About

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 27 September 2013

Arsitektur Regional

Regionalisme  diperkirakan  berkembang  sekitar  tahun  1960  (Jenks,  1977).  Sebagai
salah   satu   perkembangan   Arsitektur   Modern   yang   mempunyai   perhatian   besar   pada   ciri kedaerahan,   aliran   ini   tumbuh   terutama   di   negara   berkembang.   Ciri   kedaerahan   yang
dimaksud berkaitan erat dengan budaya setempatiklimdan teknologi pada saatnya (Ozkan,

Senin, 23 September 2013

BAGAIMANA MENDIRIKAN SEBUAH MUSEUM


Definisi Museum

       Museum adalah sebuah lembaga yang bersifat tetap, tidak mencari keuntungan, melayani masyarakat, dan terbuka untuk umum. Tugas museum adalah memperoleh, merawat, menghubungkan, dan memamerkan artefak-artefak perihal jati diri manusia dan lingkungannya untuk tujuan-tujuan studi, pendidikan, dan rekreasi.
       Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 1995 museum adalah lembaga, tempat penyimpanan, perawatan, pengamanan, dan pemanfaatan benda-benda bukti material hasil budaya manusia, alam, dan lingkungannya guna menunjang upaya perlindungan dan pelestarian kekayaan budaya bangsa.
       Museum dalam menjalankan aktivitasnya, mengutamakan dan mementingkan penampilan koleksi yang dimilikinya. Setiap koleksi merupakan bagian integral dari kebudayaan dan sumber ilmiah.
       Museum dapat didirikan oleh Instansi Pemerintah, Yayasan, atau Badan Usaha yang dibentuk berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. Misalnya Surat Keputusan bagi museum pemerintah dan akte notaris bagi museum swasta. Bila perseorangan ingin mendirikan museum, maka terlebih dulu harus membentuk yayasan.

Acuan Pendirian Museum

       Pendirian sebuah museum memiliki acuan hukum, yaitu:
       Undang-undang RI Nomor 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya
       Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1993 tentang Pelaksanaan Undang-undang RI Nomor 5 Tahun 1992
       Peraturan Pemerintah Nomor 19 tentang Pemeliharaan dan Pemanfaatan Benda Cagar Budaya di Museum
       Keputusan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor KM.33/PL.303/MKP/2004 tentang Museum


Jenis-jenis Museum

       Menurut koleksi yang dimiliki, jenis museum dapat dibagi menjadi dua. Pertama,museum umum yang koleksinya terdiri atas kumpulan bukti material manusia dan lingkungannya yang berkaitan dengan berbagai cabang seni, disiplin ilmu, dan teknologi. Kedua, museum khusus adalah museum yang koleksinya terdiri atas kumpulan bukti material manusia atau lingkungannya yang berkaitan dengan satu cabang seni, cabang ilmu atau satu cabang teknologi.
       Museum berdasarkan kedudukannya terdiri atas museum nasional, museum provinsi, dan museum lokal.
       Museum berdasarkan penyelenggaraannya terdiri atas museum pemerintah dan museum swasta.

Persyaratan Berdirinya Museun

       Lokasi museum, harus strategis, mudah dijangkau, dan sehat (tidak terpolusi, bukan daerah yang berlumpur/tanah rawa).
       Bangunan museum, dapat berupa bangunan baru atau memanfaatkan gedung lama. Harus memenuhi prinsip-prinsip konservasi agar koleksi museum tetap lestari. Bangunan museum minimal terdiri atas dua kelompok, yaitu bangunan pokok (pameran tetap, pameran temporer, auditorium, kantor, perpustakaan, laboratorium konservasi, dan ruang penyimpanan koleksi) dan bangunan penunjang (pos keamanan, kios cenderamata, kantin, toilet, tempat parkir).
       Koleksi, harus (1) mempunyai nilai sejarah, nilai ilmiah, dan nilai estetika, (2) harus diterangkan asal-usulnya secara historis, geografis, dan fungsinya, (3) harus dapat dijadikan monumen jika benda tersebut bangunan, (4) dapat diidentifikasi mengenai bentuk, tipe, gaya, fungsi, makna, asal secara historis dan geografis, genus (untuk biologi), atau periode (untuk geologi), (5) harus dapat dijadikan dokumen dan dapat dijadikan bukti bagi penelitian ilmiah, (6) harus merupakan benda asli, bukan tiruan, (7) harus merupakan benda yang memiliki nilai keindahan (masterpiece), dan (8) harus merupakan benda yang unik, yaitu tidak ada duanya.

Persyaratan Berdirinya Museun

       Peralatan museum, harus memiliki sarana dan prasarana berkaitan erat dengan kegiatan pelestarian, seperti vitrin, sarana perawatan koleksi (AC,dehumidifier), pengamanan (CCTV, alarm), lampu, label, dll.
       Organisasi dan ketenagaan, sekurang-kurangnya terdiri atas kepala museum, bagian administrasi, pengelola koleksi (kurator), bagian konservasi (perawatan), bagian penyajian (preparasi), bagian pelayanan masyarakat, bimbingan edukasi, dan pengelola perpustakaan.
       Sumber dana tetap, untuk penyelenggaraan dan pengelolaan museum.

Cara Merencanakan Pendirian Museum

       Pendirian museum harus memiliki tujuan yang jelas dan perencanaan (master plan) yang matang. Perencanaan pendirian museum harus menjelaskan tentang:
       Jenis museum, karena menyangkut tindakan selanjutnya, yakni bangunan, koleksi, dan kebijakan.
       Koleksi, disesuaikan dengan tujuan dan kemampuan biaya. Koleksi museum biasanya diperoleh dengan cara membeli, imbalan jasa, hibah atau pemberian, dan tukar-menukar.
       Lokasi, bukan untuk kepentingan pendirinya, tetapi untuk masyarakat umum.
       Bangunan, harus berdasarkan persyaratan tertentu, dengan mempertimbangkan bentuk bangunan, ruangan yang akan digunakan, luas bangunan, dan bahan yang digunakan.
       Peralatan, merencanakan peralatan teknis (pameran, perawatan, dan kegiatan kuratorial) dan peralatan kantor.
       Ketenagaan, harus memiliki tenaga-tenaga yang menguasai masalah teknis permuseuman dan tenaga manajerial.

Pelaksanaan Pendirian Museum

       Harus ada izin yang berwenang. Selain itu juga ada izin penting.
       Izin penggunaan tanah untuk bangunan museum dari Badan Pertanahan Nasional (sertifikat) dan Dinas Tata Kota (rencana tata kota).
       Izin mendirikan bangunan (IMB).
       Setelah memperoleh berbagai izin penting, pendirian sebuah museum memasuki tahap berikutnya, yakni:
       Mendirikan bangunan, setelah memperoleh IMB dan sesuai master plan. Apabila biaya terbatas, maka pendirian museum dapat dilaksanakan dengan sistem skala prioritas.
       Penyiapan ketenagaan, sambil mendirikan bangunan, harus mempersiapkan tenaga-tenaga ahli atau tenaga pengelola yang sesuai dengan keperluan.
       Pengadaan koleksi, harus betul-betul koleksi yang diperlukan dan tidak asal diadakan saja.

Cara Melakukan Permohonan Mendirikan Museum

       Setiap instansi pemerintah, yayasan, atau badan usaha yang akan mendirikan museum wajib mengajukan permohonan kepada Pemerintah Propinsi dengan tembusan kepada Direktur Jendral yang bertanggung jawab di bidang permuseuman. Permohonan tersebut harus dilengkapi dengan proposal yang memuat:
       tujuan pendirian museum
       data koleksi sesuai dengan tujuan pendirian museum
       rencana jangka pendek dan rencana jangka panjang
       gambar situasi bangunan museum, harus memuat ruang pameran, ruang penyimpanan koleksi, ruang perawatan, dan ruang administrasi, serta peralatan museum
       keterangan status tanah hak milik atau sekurang-kurangnya berstatus hak guna bangunan (HGB) dan izin mendirikan bangunan (IMB)
       keterangan tenaga pengelola (pimpinan, tenaga administrasi, dan tenaga teknis)
       keterangan sumber pendanaan tetap
       Selanjutnya permohonan tersebut akan diteliti oleh Tim Penilai. Tim penilai bertugas meneliti kelengkapan dokumen permohonan, melakukan peninjauan lokasi, melakukan pengecekan terhadap koleksi, serta melaporkan hasil dan saran pertimbangan persetujuan atau penolakan kepada Pemerintah Provinsi.



Di poskan oleh :

Piana Dewi

Hasil Diskusi

Ringkasan Hasil Diskusi Kelas F (Kamis, 19 September 2013)

·         Mengetahui latar belakang dibangunnya sebuah museum

·         Mengetahui sejarah Museum khususnya Museum Bahari

·         Identitas suatu Museum tergantung pada fungsi Museum tersebut (misal swasta, nirlaba, atau pemerintah)
·         Mengingat Museum yang dibangun merupakan Museum Bahari, maka mengetahui bagaimana keadaan laut di Semarang menjadi penting

·         Beberapa fasilitas yang dapat mendukung pada sebuah Museum diantaranya Outdoor Recreation, Theater, Office, Souvenir Shop, Peta, Hotel, aquarium bila perlu, dll.

·         Bagaimana design Museum Bahari tersebut (tampilan dari luar baik bentuk maupun fungsi bangunan tersebut dapat berciri khas)
·         Bagaimana dan apasaja material yang akan digunakan pada Museum Bahari tersebut
·         Dalam proses mendesain selalu diawali dengan pembuatan banyak sketsa-sketsa dalam mencapai design yang terbaik.

·          Setelah survey ke Semarang, diharapkan mahasiswa dapat menyusun suatu buku yang berisi tentang referensi museum maupun hasil survey.

·         Membuat blog berisi referensi-referensi yang berkaitan dan mendukung dalam proses mendesign museum bahari.

·         Setiap pencarian referensi selalu melampirkan sumber yang jelas dan dapat diakses dengan mudah apabila bersumber dari internet.

·         Sebuah museum diharapkan dapat melayani kebutuhan pengunjungnya dari kalangan apapun baik pelajar, mahasiswa, swasta, maupun umum. Data statistik pengunjung dibutuhkan  untuk mengetahui perkembangan pengunjung museum (perbandingan statistik pengunjung museum di Semarang dan Yogyakarta).

·         Memikirkan fasilitas-fasilitas yang dapat mendukung di museum bahari (outdoor recreation, akomodasi (transport yang mendukung), peta ikan laut, fasilitas untuk difable dsb).

·         Sifat terbuka yang dimiliki suatu museum selama ini seperti apa?

·         Mencari referensi tempat rekreasi/ hiburan yang dapat di adakan pada museum

·         Spesifikasi museum bahari mengarah pada wilayah dimana atau zaman peradaban siapa (Cheng Ho, Gujarat, Sriwijaya)

·         Memikirkan view (setiap tapak harus memikirkan view), serta mengetahui jenis-jenis ikan yang ada disekitar site.

·         Mempertimbangkan pemilihan warna, interior, dan artefak apasaja yang akan ada pada museum.

·         Mempertimbangkan jenis da karakter kapal yang akan di ikut sertakan

·         Membuat bangunan yang monumental


·         Melakukan survey (group 1 ke museum bahari jogja, group 2 ke museum dekat Borobudur)

Wawancara dan kuisioner yang di berikan kepada pengelola MUseum Bahari Yogyakarta

Nama Obyek               : Museum Bahari Yogyakarta
Alamat                         : Jl. RE. MARTADINATA No.69 Wirobrajan Yogyakarta
Phone/Fax                   : (0274) 376691
Website                       :
Jam Buka                    : 08.30 - 15.30

Harga Tiket Masuk     : Rp 1000,-


1.      Siapa pemilik Museum Bahari ini ?
-         Museum Bahari ini adalah milik perseorangan yaitu  Laksamana Madya TNI Didik Heru Purnomo

2.      Kapan museum ini didirikan ?
-          Museum ini didirikan pada 25 April 2009

3.      Bagaimana perkembangan jumlah pengunjung dari tahun ke tahun ?
-         Jumlah kunjungan wisatawan memang semakin meningkat walaupun persentasenya tidak begitu banyak. Pada 2011 jumlah pengunjung sebanyak 6.344 orang dan pada 2012 jumlah pengunjung meningkat menjadi 8.378 orang.

4.      Bagaimana perkembangan jumlah pengunjung dari tahun ke tahun ?
-         Jumlah kunjungan wisatawan memang semakin meningkat walaupun persentasenya tidak begitu banyak. Pada 2011 jumlah pengunjung sebanyak 6.344 orang dan pada 2012 jumlah pengunjung meningkat menjadi 8.378 orang.

5.      Apa saja koleksi yang ada di museum ini ?
-          Koleksi di sini diantaranya adalah senjata meriam, bom dan ranjau laut, torpedo, radar dan sonar, kompas magnet, kemudi kapal, miniature berbagai jenis kapal perang, miniature pesawat terbang, kelengkapan TNI, radio komunikasi dan masih banyak lagi

6.      Berasal dari mana saja koleksi benda-benda tersebut ?
-          Sebagian koleksi yang ada di museum ini juga merupakan barang-barang koleksi pribadi sebagian merupakan cendera mata dari pengunjung yang berasal dari berbagai Negara.

7.      Museum ini sendiri terdiri dari dua lantai, apakah perbedaan koleksi di lantai satu dan lantai 2 ?
-          Koleksi pada lantai 1 khusus untuk cendera mata yang didapat dari turis atau tama yang berkunjung dari berbagai Negara, sedangan di lantai 2 terdapat koleksi-koleksi seperti replica perahu, pesawat, seragam angkatan laut beserta atribut dan pangkatnya, dll.

8.      Menyimbolkan apa kah perbedaan nomor yang terdapat pada kepala kapal ?
-         Angka-angka tersebut menandakan perbedaan tugas dan fungsinya missal kepala 4 adalah kapal cepat dan kepala 6 adalah kapal selam.  

9.      Selain kapal dan pesawat yang digunakan sebagai armada, adakah benda lain yang identik dengan angkatan laut ?
-        Ada lonceng dan terompet sebagai peluit angkatan laut, adapun macam dan cara membunyikan terompetnya memiliki standar internasional, jadi berbeda suara peluit berbeda pula maknanya, seperti memanggil seseorang, menaikkan bendera, penghormatan akan berbeda-beda bunyinya.

10.  Apakah fungsi dari bendera isyarat internasional dan kapan bendera tersebut digunakan / dikibarkan ?
-         Bendera ini terdiri dari huruf A-Z dan angka dari 0-9, pada saat berlayar di lautan bendera ini dapat dikibarkan sambung menyambung missal I memiliki arti berartimenandakan sedang latihan atau misa B (bravo) berwarna merah berarti sedah membawa bahan yang mudah terbakar sehingga dengan mudah kapal yang lain akan mengetahuinya tanpa menggunakan suara atau teriakan lagi.


Narasumber : Bpk. Sukro (Pengelola)

MUSEUM BAHARI YOGYAKARTA

LOKASI SURVEY

Nama Obyek               : Museum Bahari Yogyakarta
Alamat                         : Jl. RE. MARTADINATA No.69 Wirobrajan Yogyakarta
Phone/Fax                    : (0274) 376691
Website                        :           -
Jam Buka                     : 08.30 - 15.30

Harga Tiket Masuk      : Rp 1000,-



  Sejarah Museum Bahari

Museum Bahari Yogyakarta ini didirikan atas prakarsa Paguyuban Tri Sekar Lastari. Paguyuban ini merupakan yayasan yang dibina langsung oleh Kepala Staf Umum Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut, Laksamana Madya Yosafat Didik Heru Purnomo. 


Gambar :  Suasana peresmian Museum Bahari.



Pada awalnya Museum Bahari yang resmi dibuka pada tanggal 25 April 2009 ini dibangun atas keprihatinan Laksamana Madya Yosafat Didik Heru Purnomo melihat wawasan kelautan antusiasme generasi muda terhadap laut sangat kurang. Bangunan yang sekarang berdiri menjadi Museum Bahari awal mulanya adalah rumah pribadi yang dihibahkan menjadi museum Bahari. Museum Bahari Yogyakarta ini letaknya di Jalan RE Martadinata No. 69 Wirobrajan Yogyakarta. Tujuan pendirian museum ini adalah untuk meningkatkan wawasan kebaharian generasi muda Yogyakarta khususnya dan Indonesia pada umumnya serta membangkitkan semangat cinta bahari.

Beberapa koleksi peralatan tempur TNI Angkatan Laut, mulai dari brevet (tanda kepangkatan), senjata kendali, radar, ranjau laut berbagai ukuran, navigasi kapal, replika kapal perang, torpedo Rusia sepanjang 10 meter, hingga cinderamata Angkatan Laut dari berbagai negara. Koleksi museum ini berasal dari beberapa kota di Indonesia, seperti Surabaya dan Makassar. Sebagian besar merupakan koleksi milik pribadi yang jumlahnya mencapai 300 koleksi.


Gambar1.1: Beberapa koleksi pribadi yang terdapat pada Museum Bahari (foto oleh:Rizky.A.S,)


Pembagian ruang pada Museum Bahari Yogyakarta


Museum ini terdiri dari empat ruangan utama, yaitu ruangan koleksi dan souvenir, ruangan koleksi (lantai II), ruangan anjungan, terakhir ruangan audiovisual yang dilengkapi dengan peralatan audio visual untuk pemutaran film yang berkaitan dengan kelautan. Pada museum ini, pengunjung dapat mengetahui berbagai koleksi kelautan, seluk beluk isi anjungan kapal perang, serta menikmati berbagai film dokumenter sejarah TNI AL. Banyak koleksi menarik tentang wawasan kelautan dan pertahanan laut seperti senjata meriam, bom laut, torpedo, alat penyelam, telegraf, miniatur kapal, peta dunia, meriam bergerak, jangkar, replika kapal beserta komponen-komponen di dalamnya.
]

Gambar 1.2: Suasana Ruang pameran koleksi pribadi yang berada di dalam ruang lantai 1 (Foto oleh :Rizky.A.S)

Gambar 1.3: Suasana ruang Audio Visual Museum Bahari .(Foto oleh: Rizky.A.S.)


Gambar 1.4: Suasana ruang pamer koleksi museum pada lantai 2. (Foto oleh: Rizky.A.S.)


 Gambar 1.5: Suasana ruang kendali kapal pada replika kapal. (Foto oleh: Maulani.K.)




DATA KUNJUNGAN WISATAWAN KE OBYEK WISATA
JANUARI-JUNI 2010


No.
Bulan
Jumlah Wisatawan
Jumlah
Keterangan
Asing
Domestik
1.
Januari
1
785
786
Australia
2.
Februari
1
1128
1129
Spanyol
3.
Maret
-
424
424

4.
April
-
475
475

5.
Mei
-
857
857

6.
Juni
-
473
473

Jumlah :
2
4142
4144



 Catatan :
Pengunjung terbesar Museum Bahari ini rata-rata berasal dari TK.





DAFTAR PENGUNJUNG MUSEUM ANGGOTA BARAHMUS DIY
TAHUN 2011 


No.
Bulan
Jenis Pengunjung
Jumlah

Domestik
Asing
1.
Januari
752
-
752
2.
Februari
348
-
1100
3.
Maret
450
-
1550
4.
April
210
-
1760
5.
Mei
1803
-
3563
6.
Juni
501
-
4064
7.
Juli
569
-
4633
8.
Agustus
15
-
4648
9.
September
321
-
4969
10.
Oktober
415
-
5384
11.
November
244
-
5628
12.
Desember
716
-
6344
Jumlah :
6344
-
6344

Sumber :
Museum Bahari Yogyakarta




Di poskan Oleh :

Maulani Kurniawati